Maret.
Akhir bulan kemarin, aku menghabiskannya dengan tangisan. Kemudian mengawali bulan ini dengan menyibukkan diriku memperbaiki beberapa kesalahan. Berkat liburanku di rumah, teman-teman yang meluangkan banyak waktunya untuk bertemu dan mendengarkan ceritaku, juga kamar kosku yang selalu bersedia menjadi tempatku pulang. Kini aku rasa sudah memiliki cukup energi untuk bersosialisasi kembali, menyambung tali yang sudah lepas dari ikatannya, semoga masih cukup waktu. Beberapa penolakan, beberapa pengabaian, beberapa tatapan terpaksa, serta suara-suara meremehkan itu membuatku terbiasa. Sudah tidak banyak luka yang timbul karena itu semua. Ya, bisa dibilang aku sudah cukup kuat? entahlah, akupun tidak yakin, hahaha. Setidaknya aku sudah berusaha beberapa hari ini. Tidak apa, tidak sebanding dengan perlakuanku setahun belakangan. Targetku adalah hidup bahagia di 'saat ini'. Aku merasa 'hidup' kembali, berkat nasihat teman dekatku saat kemarin lusa kita bertemu, kurang lebih seperti ini,
'jangan cari pasangan dan berharap dia bakal bikin kamu bahagia, kalo dia bikin kamu bahagia, terus siapa yang bahagiain dia? gimana kamu mau bahagiain orang lain kalo kamu belum bisa bahagiain diri sendiri'
Walaupun bukan pertama kalinya aku mendengarnya, entah karena dia yang menyampaikan, atau karena timing yang tepat, atau kolaborasi keduanya, kalimat itu menjadi tepat sasaran. Sesampainya di kamar kos, aku memutuskan untuk bahagia dan memperbaiki hubunganku dengan teman-temanku, setidaknya berusaha. Semoga membuahkan setidaknya sedikit saja hasil, dan semoga juga aku tidak memperburuk keadaan.
Mungkin, 2022 akan menjadi tahunku produktif menulis. Karena aku berencana untuk menulis perkembangan kisah ini disini. Sepertinya memang aku sangat butuh wadah untuh meluapkan semua emosiku, mengingat aku tidak punya humans diary saat ini, jadi harusnya aku hanya bisa menulis.
Ciao, sampai jumpa~
Komentar
Posting Komentar