Pertama,
Begitu banyak yang terjadi belakangan ini. Terlalu banyak. Berita-berita baik dan buruk datang nyaris bersamaan. Kejadian perginya temanku, sesaat membuatku merasa harus bertahan. Tak kuasa aku melihat mata yang penuh tangis dan penyesalan di sekitarku. Hingga aku berusaha untuk kembali menyatu dengan lingkungan sosial yang seharusnya. Menyapa kembali teman-teman lamaku dan meladeni ajakan mereka untuk sekadar pergi makan. Aku sejenak menyadari, bahwa masih banyak yang peduli denganku, bahkan setelah aku tak mengindahkan mereka.
Kehilangan, tangis, bahagia, jatuh cinta, lelah, dan kosong telah mengisi Maret-ku. Sudah lama aku tidak merasakan hidup dengan perasaan yang kompleks seperti beberapa waktu kemarin. Sedikit banyak pikiran terdistraksi, kembali merasa 'hidup', sayangnya tak bertahan lama. Seminggu ini, kekosongan itu datang kembali. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk mencari gambaran atas apa yang sedang terjadi kepadaku. Dan segera memutuskan untuk mencari bantuan untuk mencari jawaban itu.
Dengan segala pertimbangan, akhirnya aku membuat dua appointments pertamaku. Karena jadwal klinik di kampus selalu penuh, aku hanya bisa melakukan konsultasi daring. Aku merasa sangat cemas dan gugup. Entah sampai mana perjalanan ini akan membawaku. Setidaknya inilah usahaku untuk tetap hidup agar dapat menjalankan kehidupanku seperti dulu.
Pertama,
4 April 2020, 7.45 WIB
Komentar
Posting Komentar